Boys Will be boys
Penulis : Ryandi Rachman
Penerbit : Bukune

Banyak yang mengatakan jika masa SMA adalah masa – masa sekolah yang paling indah. Apakah anda termasuk murid yang rajin dan disiplin serta selalu taat pada peraturan?. Atau mungkin Anda termasuk murid bandel yang suka melanggar peraturan bahkan hobi membolos?. Jika Anda termasuk kategori yang pertama, maka anda adalah murid teladan. tapi jika Anda adalah kategori yang terakhir, mungkin saja pengalaman Anda sama menariknya dengan Ryandi Rachman yang menuliskannya dalam buku “boys will be boys”. Sebuah buku personal literature persembahan penerbit Bukune yang akan mengajak Anda untuk mengenang masa – masa terindah itu. Ryandi yang biasa dipanggil Kundil, di masa SMA nya bisa dibilang sebagai murid yang bandel dengan begitu banyak tingkah konyol yang dilakukannya bersama teman – teman. Bagi Kundil, masa SMA adalah masa yang paling seru. Saat ia bertemu dan berteman dengan beberapa makhluk aneh seaneh dirinya sendiri. Teman pertamanya adalah Sambas.  Teman satu Smp dulu yang dikenal sebagai biang kerusuhan. Lalu ada Gagah Ibrahim Ajie yang biasa dipanggil Baim. Dan yang terakhir adalah Teuku, anak keluarga paling kaya di sekolah yang  berkebalikan dengan penampilannya yang lusuh dan kucel. Berempat mereka menerjang indahnya masa SMA di sebuah SMA negeri di kota Depok. Masa SMA tentu belum lengkap tanpa yang namanya kisah cinta. Seperti remaja normal pada umumnya, Kundil juga merasakan yang namanya jatuh cinta. Gadis pertama yang mencuri hatinya bernama Oneng. Setelah dua minggu melakukan pdkt dan tibalah waktunya bagi Kundil untuk menembak Oneng, tapi siapa sangka setelah menunggu jawaban selama sebulan, Oneng justru berpacaran dengan kakak kelas yang pastinya jauh lebih ganteng dari Kundil.

Sherlock Holmes – The Game of Death

Penulis : Sir Arthur Conan Doyle
Penerbit : Visimedia

Siapa yang tidak kenal dengan penulis novel Sir Arthur Conan Doyle?. Tokoh ciptaannya yang paling terkenal tentu saja Sherlock Holmes. Seorang detektif jenius berkebangsaan Inggris yang seringkali memecahkan kasus – kasus rumit yang tidak bisa dipecahkan oleh pihak kepolisian. Bersama rekannya dr.Watson, Sherlock Holmes mampu mengungkap segala misteri dalam setiap kasus. Dan kali ini penerbit Visimedia menghadirkan sebuah buku terjemahan berjudul “Sherlock Holmes – the Game of Death”, yang berisi beberapa kisah petualangan Sherlock Holmes. Termasuk sebuah kisah yang menampilkan sosok misterius Profesor Moriarty secara nyata dan menceritakan tentang pertarungan hidup mati antara maestro kebaikan dan kejahatan. Karena di beberapa kisah Sherlock Holmes, sosok Profesor Moriarty tidak pernah muncul secara nyata bahkan hanya disebutkan saja beberapa kali. dalam kisah “the Final problem”, Sherlock Holmes berhadapan secara langsung dengan Profesor Moriarty yang meminta detektif Holmes untuk menjauhi segala hal yang berhubungan dengan organisasi kejahatannya.  Tapi ini dianggap Sherlock Holmes sebagai sebuah tantangan untuk mencari tahu siapa yang lebih unggul diantara keduanya.

The Windflower karya Sharon & Tom Curtis.

Penerbit : Gagas Media

Bajak laut memang terkenal dengan kekejamannya. Tapi siapa yang menyangka jika di dalam sebuah kapal bajak laut Anda bisa bertemu dengan pria tampan dengan kelakuannya yang menggoda. Inilah yang dialami oleh Merry Wilding saat berada di kapal Joke dan bertemu dengan Devon Crandall. Sebuah kisah romantis dalam novel berjudul “The windflower” karya Sharon & Tom Curtis persembahan penerbit Gagas media. Merry Patricia Wilding, gadis muda Amerika yang selalu bersemangat dalam hidupnya. Meskipun seringkali mendapat aturan ketat dari bibinya –April- yang merasa jika Inggris lebih beradab dan cocok untuk mereka.  bibi April lah yang membesarkan dan merawat Merry sejak ibunya meninggal dunia. Sementara kakak laki – laki satu-satunya Merry –Carl- tinggal dengan Ayah mereka dan bekerja di instansi militer. Hingga suatu hari Carl meminta bantuan pada Merry untuk menggambar sketsa beberapa orang yang dianggap mengganggu usaha Amerika untuk melawan inggris. Di sebuah bar, Merry bersama Carl dan dua sepupu mereka menyamar untuk membuat sketsa wajah orang – orang yang dicari oleh Carl. Karena sebuah insiden, samaran Merry terbongkar dan bertemu dengan Devon. Tapi sebuah keberuntungan terjadi karena Devon melepaskan Merry dan saudara – saudaranya tanpa tahu siapa dan apa tujuan mereka berada disana. Hingga saat bibi April mengajak Merry untuk mengunjungi Inggris bersama Michael Granville dengan menaiki kapal Guinevere. Di kapal itulah karena keadaan yang salah, Merry menjadi korban penculikan dan dibawa ke kapal The Joke tempat Devon Crandall berada.
Sebuah novel yang menjadi Pemenang RAA Award untuk kategori 'Best Classic Historical Romance' (1994).