|
WOMAN HITS TOPIC 15 Januari 2011 |
| Posted by Crew MetroFemaleFm (crew) on Jan 30 2011 |
Setiap orang tua pasti ingin melahirkan buah hatinya dengan penuh cinta dan melihat tumbuh kembangnya berjalan secara normal dan optimal, semua bentuk cinta kasih diberikan tanpa meminta untuk dikembalikan. Tapi seiring berjalannya waktu dan derasnya arus informasi yang ada di masyarakat, seringkali kita melihat pemberitaan di berbagai media seputar hamil diluar nikah yang bahkan membuat beberapa dari mereka terpaksa memberikan bayinya pada orang lain dengan berbagai macam alasan, seperti masih bersekolah hingga menjaga nama baik keluarga. Sangat ironisnya memang, apalagi hal ini banyak dialami oleh anak perempuan yang masih duduk dibangku sekolah. Nah kalau sudah begini siapa yang harus bertanggung jawab?. Orang tua sebagai peletak dasar moral, anak yang kurang informasi seputar alat reproduksi atau media yang telah mengumbar nuansa sensual tanpa ada pendampingan.

(mbak Diana dari Yayasan Pondok Hayat bersama Tya Metro Female)
Women Hits Topic edisi Sabtu, 15 Januari 2011, mengajak kita kaum perempuan untuk peduli tentang issu Perempuan dan Kehamilan Diluar Nikah. Selama satu jam bersama Tya Metro Female yang menjadi host dan mbak Diana sebagai narasumber dari Yayasan Pondok Hayat mengupas seluk beluk kehamilan diluar nikah dan bagaimana pendampingan yang tepat untuk mereka. Pondok Hayat yang beralamat di Jl. dukuh Kupang VI - 6 Surabaya ini merupakan Yayasan Sosial nir-laba, interdenominasi, suatu pelayanan pro-vita, yaitu Gerakan Membela Kehidupan yang bertujuan untuk melindungi hidup manusia sejak pembuahan atau konsepsi sampai kematian yang wajar. Mereka memiliki visi untuk menyelamatkan kehidupan wanita hamil diluar nikah yang ingin aborsi agar tidak melakukan hal tersebut. Mengembalikan kehidupan yang sudah rusak untuk hidup kembali sebagai kehidupan baru antara ibu dan anak.
Last changed: 10:15 AM
BackWOMAN HITS TOPIC 15 Januari 2011 |
| Posted by Crew MetroFemaleFm (crew) on Jan 30 2011 |
Setiap orang tua pasti ingin melahirkan buah hatinya dengan penuh cinta dan melihat tumbuh kembangnya berjalan secara normal dan optimal, semua bentuk cinta kasih diberikan tanpa meminta untuk dikembalikan. Tapi seiring berjalannya waktu dan derasnya arus informasi yang ada di masyarakat, seringkali kita melihat pemberitaan di berbagai media seputar hamil diluar nikah yang bahkan membuat beberapa dari mereka terpaksa memberikan bayinya pada orang lain dengan berbagai macam alasan, seperti masih bersekolah hingga menjaga nama baik keluarga. Sangat ironisnya memang, apalagi hal ini banyak dialami oleh anak perempuan yang masih duduk dibangku sekolah. Nah kalau sudah begini siapa yang harus bertanggung jawab?. Orang tua sebagai peletak dasar moral, anak yang kurang informasi seputar alat reproduksi atau media yang telah mengumbar nuansa sensual tanpa ada pendampingan.

(mbak Diana dari Yayasan Pondok Hayat bersama Tya Metro Female)
Women Hits Topic edisi Sabtu, 15 Januari 2011, mengajak kita kaum perempuan untuk peduli tentang issu Perempuan dan Kehamilan Diluar Nikah. Selama satu jam bersama Tya Metro Female yang menjadi host dan mbak Diana sebagai narasumber dari Yayasan Pondok Hayat mengupas seluk beluk kehamilan diluar nikah dan bagaimana pendampingan yang tepat untuk mereka. Pondok Hayat yang beralamat di Jl. dukuh Kupang VI - 6 Surabaya ini merupakan Yayasan Sosial nir-laba, interdenominasi, suatu pelayanan pro-vita, yaitu Gerakan Membela Kehidupan yang bertujuan untuk melindungi hidup manusia sejak pembuahan atau konsepsi sampai kematian yang wajar. Mereka memiliki visi untuk menyelamatkan kehidupan wanita hamil diluar nikah yang ingin aborsi agar tidak melakukan hal tersebut. Mengembalikan kehidupan yang sudah rusak untuk hidup kembali sebagai kehidupan baru antara ibu dan anak.
Last changed: Jan 30 2011 at 10:15 AM
BackWOMAN HITS TOPIC 15 Januari 2011 |
| Posted by Crew MetroFemaleFm (crew) on Jan 30 2011 |
Setiap orang tua pasti ingin melahirkan buah hatinya dengan penuh cinta dan melihat tumbuh kembangnya berjalan secara normal dan optimal, semua bentuk cinta kasih diberikan tanpa meminta untuk dikembalikan. Tapi seiring berjalannya waktu dan derasnya arus informasi yang ada di masyarakat, seringkali kita melihat pemberitaan di berbagai media seputar hamil diluar nikah yang bahkan membuat beberapa dari mereka terpaksa memberikan bayinya pada orang lain dengan berbagai macam alasan, seperti masih bersekolah hingga menjaga nama baik keluarga. Sangat ironisnya memang, apalagi hal ini banyak dialami oleh anak perempuan yang masih duduk dibangku sekolah. Nah kalau sudah begini siapa yang harus bertanggung jawab?. Orang tua sebagai peletak dasar moral, anak yang kurang informasi seputar alat reproduksi atau media yang telah mengumbar nuansa sensual tanpa ada pendampingan.

(mbak Diana dari Yayasan Pondok Hayat bersama Tya Metro Female)
Women Hits Topic edisi Sabtu, 15 Januari 2011, mengajak kita kaum perempuan untuk peduli tentang issu Perempuan dan Kehamilan Diluar Nikah. Selama satu jam bersama Tya Metro Female yang menjadi host dan mbak Diana sebagai narasumber dari Yayasan Pondok Hayat mengupas seluk beluk kehamilan diluar nikah dan bagaimana pendampingan yang tepat untuk mereka. Pondok Hayat yang beralamat di Jl. dukuh Kupang VI - 6 Surabaya ini merupakan Yayasan Sosial nir-laba, interdenominasi, suatu pelayanan pro-vita, yaitu Gerakan Membela Kehidupan yang bertujuan untuk melindungi hidup manusia sejak pembuahan atau konsepsi sampai kematian yang wajar. Mereka memiliki visi untuk menyelamatkan kehidupan wanita hamil diluar nikah yang ingin aborsi agar tidak melakukan hal tersebut. Mengembalikan kehidupan yang sudah rusak untuk hidup kembali sebagai kehidupan baru antara ibu dan anak.
Last changed: Jan 30 2011 at 10:15 AM
BackWOMAN HITS TOPIC 15 Januari 2011 |
| Posted by Crew MetroFemaleFm (crew) on Jan 30 2011 |
Setiap orang tua pasti ingin melahirkan buah hatinya dengan penuh cinta dan melihat tumbuh kembangnya berjalan secara normal dan optimal, semua bentuk cinta kasih diberikan tanpa meminta untuk dikembalikan. Tapi seiring berjalannya waktu dan derasnya arus informasi yang ada di masyarakat, seringkali kita melihat pemberitaan di berbagai media seputar hamil diluar nikah yang bahkan membuat beberapa dari mereka terpaksa memberikan bayinya pada orang lain dengan berbagai macam alasan, seperti masih bersekolah hingga menjaga nama baik keluarga. Sangat ironisnya memang, apalagi hal ini banyak dialami oleh anak perempuan yang masih duduk dibangku sekolah. Nah kalau sudah begini siapa yang harus bertanggung jawab?. Orang tua sebagai peletak dasar moral, anak yang kurang informasi seputar alat reproduksi atau media yang telah mengumbar nuansa sensual tanpa ada pendampingan.

(mbak Diana dari Yayasan Pondok Hayat bersama Tya Metro Female)
Women Hits Topic edisi Sabtu, 15 Januari 2011, mengajak kita kaum perempuan untuk peduli tentang issu Perempuan dan Kehamilan Diluar Nikah. Selama satu jam bersama Tya Metro Female yang menjadi host dan mbak Diana sebagai narasumber dari Yayasan Pondok Hayat mengupas seluk beluk kehamilan diluar nikah dan bagaimana pendampingan yang tepat untuk mereka. Pondok Hayat yang beralamat di Jl. dukuh Kupang VI - 6 Surabaya ini merupakan Yayasan Sosial nir-laba, interdenominasi, suatu pelayanan pro-vita, yaitu Gerakan Membela Kehidupan yang bertujuan untuk melindungi hidup manusia sejak pembuahan atau konsepsi sampai kematian yang wajar. Mereka memiliki visi untuk menyelamatkan kehidupan wanita hamil diluar nikah yang ingin aborsi agar tidak melakukan hal tersebut. Mengembalikan kehidupan yang sudah rusak untuk hidup kembali sebagai kehidupan baru antara ibu dan anak.
Last changed: Jan 30 2011 at 10:15 AM
Back